![]() |
| (VICE.com) |
KLIK INFO - Fenomena Work From Café (WFC) makin populer di Indonesia, terutama di kalangan Gen Z dan milenial. Tidak hanya sebagai tempat nongkrong, kafe kini menjadi ruang kerja alternatif bagi pekerja remote, mahasiswa, hingga freelancer.
Menurut laporan DetikFood, tren ini masih banyak dijalani pasca pandemi. Orang mencari suasana baru yang lebih segar daripada rumah, sekaligus tetap produktif. (Sumber: DetikFood)
Kenapa Orang Suka Bekerja di Kafe?
Ada beberapa alasan mengapa WFC semakin digemari:
- Suasana estetik dan inspiratif → interior cantik, musik tenang, aroma kopi.
- Fleksibilitas waktu → bisa datang kapan saja, tidak terikat jam kantor.
- Koneksi sosial → bertemu orang baru, ikut komunitas WFC.
- Fasilitas → Wi-Fi gratis, colokan listrik, hingga menu makanan ringan.
Seperti ditulis Koran Gala, banyak Gen Z memilih kafe bukan hanya untuk kopi, tapi juga vibes dan kenyamanannya. (Sumber: Koran Gala)
Data dan Tren Kopi di Indonesia
Fenomena WFC erat kaitannya dengan meningkatnya konsumsi kopi di Indonesia.
- Survei Jakpat 2023 menunjukkan bahwa kopi susu masih jadi pilihan favorit, terutama di kalangan Gen Z. Minuman seperti Es Kopi Susu Gula Aren mendominasi pesanan di kafe karena dianggap ringan, segar, dan cocok menemani kerja. (Sumber: Jakpat Report)
- Menurut Liputan6, tren bekerja dari kafe juga berkontribusi pada peningkatan produktivitas, meski ada tantangan dari sisi biaya dan distraksi. Produktivitas meningkat karena suasana baru mampu mengurangi kejenuhan bekerja dari rumah. (Sumber: Liputan6)
- Data Indonesia Berita menambahkan bahwa coffee shop modern kini tidak hanya sekadar tempat minum kopi, tapi sudah menjadi ruang kolaborasi dan berbagi cerita. Konsep ini disukai terutama oleh generasi muda yang ingin bekerja sekaligus bersosialisasi. (Sumber: Indonesia Berita)
Tantangan Work From Café
Meski menyenangkan, WFC juga punya kendala:
- Distraksi: musik terlalu keras atau pengunjung lain bisa mengganggu fokus.
- Biaya: ngopi tiap hari bisa bikin kantong jebol jika tidak diatur.
- Keterbatasan fasilitas: tidak semua kafe punya Wi-Fi stabil atau colokan cukup.
- Overcrowded: di jam sibuk, kafe bisa penuh dan tidak kondusif untuk bekerja.
Menurut artikel di Forbes Indonesia, bekerja di ruang semi-publik memang bisa meningkatkan kreativitas, tetapi tidak cocok untuk semua jenis pekerjaan yang butuh konsentrasi penuh.
Tips Agar WFC Tetap Produktif
- Pilih kafe dengan Wi-Fi stabil & colokan listrik cukup.
- Batasi waktu kerja 3–4 jam agar tidak lelah.
- Gunakan headphone untuk mengurangi distraksi.
Rekomendasi Cafe untuk WFC di Jakarta
- Kopikalyan, Menteng – dikenal dengan ruang luas dan Wi-Fi stabil.
- Titik Temu, SCBD – sering dipakai komunitas kreatif; suasana ramai tapi produktif.
- Common Grounds, Citywalk Sudirman – punya menu brunch enak dan area cukup luas.
- Anomali Coffee, Senopati – salah satu pelopor specialty coffee di Jakarta.
Lifestyle Urban yang Berkembang
Bagi sebagian orang, WFC adalah kebutuhan. Bagi yang lain, ini bagian dari gaya hidup: perpaduan kerja, sosialisasi, dan rekreasi.
Tren ini mencerminkan bagaimana anak muda Indonesia ingin kerja tetap produktif, tapi dalam suasana yang lebih santai dan stylish.

nongkrong dan kopi adalah suatu perpaduan
ReplyDelete