![]() |
| (CNN Indonesia) |
KLIK INFO - Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Fraksi PDIP, Wahyudin Moridu, resmi dipecat dari partainya setelah video dirinya mengucapkan kalimat “ingin merampok uang negara” viral di media sosial.
Pemecatan tersebut diumumkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP. Selain itu, partai juga menyiapkan proses Pergantian Antar Waktu (PAW) untuk kursi yang ditinggalkan Wahyudin di DPRD.
Video berdurasi sekitar satu menit itu memperlihatkan Wahyudin berada di dalam mobil bersama seorang perempuan. Dalam rekaman, ia menyebut statusnya sebagai anggota DPRD Gorontalo dan mengaku akan “menghabiskan uang negara agar negara miskin”. Potongan video kemudian menyebar luas di platform TikTok dan menuai kecaman warganet.
Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan, Komarudin Watubun, menyatakan partai tidak memberi toleransi terhadap tindakan yang merusak integritas kader. “Partai segera mengambil langkah tegas dengan memberhentikan yang bersangkutan,” ujar Komarudin. (Sumber: DetikNews)
Sekretaris DPD PDIP Gorontalo, La Ode Haimudin, menegaskan bahwa langkah pemecatan diambil demi menjaga nama baik partai. “Tidak ada ruang bagi kader yang merusak kepercayaan publik. Partai harus menjaga integritasnya,” kata La Ode. (Sumber: Liputan6)
Ketua Badan Kehormatan DPRD Gorontalo, Fikram Salilama, menyebut pihaknya juga akan memanggil Wahyudin untuk dimintai keterangan. “Kami akan klarifikasi terkait video tersebut. Jika terbukti melanggar, sanksi etik bisa dijatuhkan,” ujarnya. (Sumber: Antara Gorontalo)
Menanggapi kontroversi ini, Wahyudin menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Gorontalo.
“Saya mohon maaf. Ucapan saya adalah kekhilafan pribadi. Saya siap menerima konsekuensi, termasuk pemecatan dari partai,” ucapnya. (Sumber: Liputan6)
Kasus ini memicu tanggapan keras dari masyarakat. Banyak warganet menilai pernyataan Wahyudin memperlihatkan rendahnya etika pejabat publik. Sebagian komentar bahkan mendesak agar aparat penegak hukum ikut menyelidiki ucapannya.
.jpeg)
miris liatnya
ReplyDeleteharusnya sebagai pekerja di pemerintahan tau efek dari apa yang ia ucapkan
ReplyDelete