KLIK INFO - “Eh, dia mah NPD banget, suka pamer mulu.” Kalimat seperti ini sering terdengar di obrolan santai, baik di kampus, kantor, maupun media sosial. Istilah Narcissistic Personality Disorder atau NPD kerap dipakai sembarangan, seolah hanya sinonim dari sifat narsis atau gemar memuji diri sendiri. Padahal, NPD adalah gangguan kepribadian serius yang tidak bisa dijadikan label seenaknya.
Di media sosial, label “NPD” kerap dilontarkan dengan mudah. Seseorang yang gemar mengunggah swafoto atau membicarakan pencapaiannya langsung ditempeli stigma. Namun, menurut psikolog, NPD adalah diagnosis medis yang hanya bisa ditetapkan setelah pemeriksaan klinis. Gangguan ini ditandai oleh pola perilaku jangka panjang: kebutuhan berlebihan akan pujian, kurangnya empati, serta keyakinan berlebih akan keistimewaan diri. Itu pun tidak bisa dinilai sekilas oleh orang awam, apalagi hanya lewat unggahan di media sosial.
Rina, seorang mahasiswa psikologi, pernah mengalami salah kaprah. Ia mengaku sempat menyebut temannya “NPD” hanya karena sering pamer barang baru. “Belakangan saya tahu, itu hanya cara dia mencari perhatian karena merasa kesepian. Saya jadi menyesal sudah memberi label sembarangan,” ujarnya. Dari pengalaman itu, ia belajar bahwa istilah gangguan mental bukan untuk dijadikan lelucon.
Bagi orang yang benar-benar hidup dengan NPD, stigma salah kaprah bisa terasa menyakitkan. Mereka tidak hanya berjuang dengan kesulitan menjalin hubungan dan mengendalikan emosi, tetapi juga harus menghadapi pandangan miring dari orang lain. Padahal, menurut American Psychiatric Association, diagnosis gangguan kepribadian hanya bisa dilakukan oleh tenaga ahli berdasarkan gejala klinis yang konsisten, bukan berdasarkan asumsi orang sekitar.
Sayangnya, masyarakat kita masih sering mencampuradukkan istilah psikologi dengan bahasa sehari-hari. “Baper,” “depresi,” “overthinking,” hingga “NPD” dipakai tanpa pemahaman yang benar. Akibatnya, terjadi kesalahpahaman yang bisa memperburuk stigma dan membuat orang enggan mencari bantuan yang tepat.
Menyebut seseorang NPD tanpa dasar bukanlah candaan sepele. NPD adalah gangguan kepribadian serius yang hanya bisa ditegakkan melalui diagnosis profesional. Menggunakan istilah medis sembarangan justru berisiko melukai orang lain. Di tengah semakin terbukanya pembahasan kesehatan mental, kita sebaiknya lebih berhati-hati memilih kata. Sebab, sering kali yang paling dibutuhkan bukanlah label, melainkan empati.

npd tuh ternyata masalah mental jg ya
ReplyDelete