![]() |
| (google.com/KOMPAS.com) |
KLIK INFO - Ratusan mahasiswa dan pelajar terlibat bentrokan dengan aparat kepolisian dalam aksi demonstrasi di Jalan Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta, Kamis (28/8/2025). Aksi ini merupakan lanjutan dari unjuk rasa buruh pada 25 Agustus lalu, namun kali ini giliran massa mahasiswa dan pelajar yang memenuhi kawasan DPR RI.
Sejak pukul 13.30 WIB, kelompok mahasiswa mulai berdatangan dengan berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan roda dua. Mereka membawa bendera merah putih, spanduk, serta mengenakan almamater kampus masing-masing. Suara peluit, tabuhan drum, dan teriakan yel-yel mahasiswa semakin membuat suasana di sekitar Senayan ramai.
Sekitar pukul 14.00 WIB, massa aksi berkumpul di depan gerbang belakang DPR RI. Mereka membentangkan poster berisi tuntutan, salah satunya menolak kebijakan yang dianggap merugikan rakyat dan mendesak pemerintah lebih berpihak pada kepentingan masyarakat. Orasi bergantian dilakukan oleh mahasiswa dari berbagai kampus.
“Kami Tidak Ingin Diam”
Marsya, mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), tampil sebagai salah satu orator utama dalam aksi tersebut. Ia menyampaikan bahwa turun ke jalan adalah pilihan terakhir setelah aspirasi mahasiswa seringkali tidak dihiraukan.
“Kami tidak ingin diam. Ada banyak persoalan yang tidak diselesaikan dengan adil, mulai dari kebijakan buruh hingga pendidikan dan kesejahteraan rakyat. Karena itu kami turun ke jalan untuk bersuara,” ujar Marsya dengan lantang.
Menurutnya, aksi kali ini juga merupakan bentuk solidaritas mahasiswa terhadap kelompok buruh yang lebih dulu menyampaikan protes pada 25 Agustus lalu. “Perjuangan buruh adalah perjuangan rakyat. Mahasiswa dan pelajar harus ikut berdiri bersama mereka, bukan hanya menonton dari jauh,” tambah Marsya.
Warga Terdampak
Aksi ini berdampak pada aktivitas masyarakat sekitar, terutama para pekerja kantoran di kawasan Senayan. Marcel, seorang karyawan swasta, mengaku aktivitasnya terganggu karena kemacetan panjang.
“Saya terjebak macet hampir satu jam. Jalur dari Jalan Gatot Subroto sampai Gerbang Pemuda macet total. Tapi saya bisa memahami kenapa mereka turun ke jalan. Ini suara rakyat yang harusnya didengar pemerintah,” katanya.
Meski demikian, Marcel berharap ada koordinasi yang lebih baik agar aksi tidak sepenuhnya melumpuhkan kegiatan warga. “Aksi boleh, tapi sebaiknya ada jalur yang dibuka supaya orang-orang yang bekerja tetap bisa bergerak,” ujarnya.
Ricuh dan Dibubarkan
Menjelang sore, ketegangan meningkat ketika massa mencoba mendekati barikade gedung DPR. Aksi dorong antara mahasiswa dan aparat tak terhindarkan. Situasi semakin kacau ketika sebagian massa melemparkan botol plastik ke arah pagar.
Aparat yang berjaga kemudian menembakkan gas air mata dan mengerahkan mobil water cannon untuk mengurai kerumunan. Massa aksi lari berhamburan ke arah Jalan Gerbang Pemuda, sebagian bersembunyi di area sekitar Hotel Mulia dan pertigaan Hotel Fairmont Senayan.
Beberapa mahasiswa sempat terpisah dari kelompoknya. Sejumlah pelajar yang ikut aksi juga terlihat menangis karena terkena efek gas air mata. Tim medis lapangan dikerahkan untuk memberikan pertolongan pertama.
Bertahan Hingga Petang
Hingga pukul 18.00 WIB, sebagian massa masih bertahan meski jumlahnya menurun drastis. Sisa-sisa gas air mata masih terasa di udara, membuat banyak pengendara memilih memutar arah. Aparat tetap berjaga di beberapa titik untuk mencegah kerumunan kembali mendekat ke kompleks DPR.
Sementara itu, Marsya menyatakan bahwa aksi mahasiswa tidak akan berhenti di sini. “Kami akan terus mengawal kebijakan pemerintah. Selama suara rakyat diabaikan, mahasiswa tidak akan diam,” tegasnya sebelum akhirnya bergabung kembali dengan kelompoknya.
Bagi warga sekitar, aksi ini menimbulkan pro dan kontra. Ada yang mendukung keberanian mahasiswa-pelajar turun ke jalan, ada pula yang mengeluhkan dampaknya terhadap lalu lintas dan kegiatan usaha. Namun secara keseluruhan, aksi 28 Agustus menegaskan bahwa suara generasi muda tetap menjadi bagian penting dalam dinamika politik dan sosial Indonesia.

mahasiswa turun untuk menyuarakan rakyat
ReplyDelete