![]() |
| (google.com/Merdeka.com) |
Kronologi Banjir Bandang
Hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Bangli, Karangasem, hingga Gianyar sejak Senin malam. Debit air yang meningkat tajam membuat sungai meluap, membawa material lumpur dan batu besar. Sejumlah titik longsor juga memperparah kondisi.
“Air turun begitu cepat. Warga hanya punya waktu beberapa menit untuk menyelamatkan diri,” kata seorang relawan di Desa Kintamani.
Proses Evakuasi yang Sulit
Hingga Kamis sore, tim SAR gabungan bersama TNI-Polri masih terus melakukan pencarian. Akses jalan yang terputus akibat longsor membuat kendaraan logistik sulit masuk. Beberapa tim harus berjalan kaki untuk mencapai desa yang terisolasi.
BPBD Bali menyebut ada lebih dari 200 orang mengungsi, sebagian menempati balai banjar, sebagian lagi memilih tinggal di rumah kerabat. “Kami masih terus mendata kebutuhan warga, terutama makanan siap saji, air bersih, dan selimut,” jelas seorang petugas BPBD.
Suasana Duka di Desa Terdampak
Di Desa Kintamani, suasana duka begitu terasa. Seorang ibu yang kehilangan suami dan anaknya bercerita, ia hanya bisa pasrah saat rumahnya diterjang air bah. “Kami tidak sempat selamatkan barang, semua hanyut. Saya hanya bisa lari membawa anak bungsu,” ujarnya sambil menahan tangis.
Kisah serupa datang dari warga Karangasem. Banyak rumah yang hanya tersisa pondasi. Beberapa kendaraan hanyut hingga ratusan meter. Warga saling membantu membersihkan lumpur, meski masih trauma dengan derasnya arus banjir.
Bantuan dan Solidaritas Warga
Sejumlah bantuan mulai berdatangan, baik dari pemerintah, lembaga sosial, maupun donasi masyarakat. Namun distribusi masih terkendala cuaca dan akses jalan. Di media sosial, warganet ramai membagikan video kondisi terkini, mulai dari jembatan putus hingga rumah hanyut terbawa banjir.
Solidaritas juga mengalir. Banyak komunitas lokal menggalang dana untuk membantu korban. “Semoga bantuan segera sampai tepat sasaran, jangan hanya menumpuk di posko,” tulis salah satu pengguna Instagram.

pray for bali
ReplyDelete